Breaking News

Warisan budaya Penjajah, yang menumbuhkan benih Penjahat

Warisan budaya Penjajah, yang menumbuhkan benih Penjahat (dalam lingkungan sekolah)

Sebelumnya, sudah sempat saya bahas sedikit tentang MOS. Dari pengamatan sepintas di media dan beberapa sekolah terdekat, Alhamdulillah sudah banyak perubahan positif dari tahun ke tahun.

MOS yang terlaksana sebagian besar sudah tampak lebih “terdidik”. Hanya sedikit yang masih menggunakan metode yang “kurang waras.

πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯

Kita lanjut….

Ada satu hal lagi yang perlu mendapatkan perhatian kita, khususnya orang tua yang anaknya baru masuk SMA.

Organisasi Ekstra..

Iya… Inilah titik selanjutnya, yang kadang menjadi pos pembentukan benih sikap negatif pada sebagian siswa yang awalnya masih polos.

Jualannya awal, organisasi itu sarana (komunitas) tambahan bagi siswa untuk mengembangkan diri. Sebagian besar iya.

Namun ternyata ada sebagian dari organisasi siswa yang justru menanamkan (sadar/tidak) dan menggunakan metode yang “merusak”. Terselip di berbagai agenda organisasi bersangkutan.

Paling sering metode negatif ini dipakai dalam kegiatan PEREKRUTAN dimana peserta diwajibkan untuk menginap.

Di antaranya :

Di salah satu video yang pernah saya saksikan,
siswa di paksa makan cabai (sampai nangis2).

Ada siswa muslimah yang pernah curhat,
disuruh buka kerudung di depan laki-laki dengan berbagai macan alasan. Ayah yang mendengar anaknya diperlakukan seperti itu,
hampir datang ke sekolah mengamuk (kebetulan anggota TNI).

Ada siswa yang disuruh makan garam sampai muntah-muntah.

………. dll..

Ada bahkan yang mendapat kekerasan fisik.

Pilih ditampar atau menampar diri sendiri. Dan pukulan fisik ke bagian tubuh lainnya.

Yang paling ringan, “marah-marah”
Di akhir acara, jabat tangan, sedih-sedihan, dan minta maaf.

Semua proses itu katanya hanya akting.
Istilahnya : SKRENING (SCREENING)

Alasan klasik, katanya melatih dan menguji mental. Supaya tidak jadi pribadi lemah dan tidak cengeng.

Ada yang karena tidak tahan dan sadar, akhirnya tidak mau ikut lagi.

Tapi ada juga yang tetap tinggal atau terpaksa bertahan. Kenapa bisa?

“Metode andalan”. Di akhir kegiatan ada pengambilan Ikrar (kadang juga pakai sumpah) untuk komitmen dengan organisasi. Diarahkan juga untuk tidak menceritakan metode2 negatif dalam kegiatan perekrutan tersebut, bahkan kepada orang tua sendiri.

Kalau ada yang coba-coba keluar, diingatkan dengan “ikrarnya”. Katanya dosa kalau mengingkari janji.

Kadang juga dikucilkan karena melanggar solidaritas.

Akhirnya mereka terus berada di organisasi tersebut. Karena terus menerus dilakukan, menjadi terbiasa dan akhirnya justru mereka yang melanjutkan budaya tersebut.

Biasanya, yang menjadi konseptor kegiatan ini adalah para alumni. Pengurus harian justru hanya menjadi pion pelaksana.

Mau lihat efek samping dari metode semacam ini?

Biasanya siswa tersebut sangat komitmen dengan organisasi tapi tidak terlalu memperhatikan ibadah, mis. sholat. Seniornya saja sering meninggalkan sholat.

Siswa ketika sudah jadi anggota, kadang lebih ta’at pada panggilan senior, daripada memenuhi panggilan Allah (adzan).
(Sakitnya nanti di akhirat)…

Kenapa hal tersebut bisa terjadi. Apakah sekolah tidak mengawasi? Setiap organisasi resmi di sekolah, ada guru yang menjadi penanggung jawab (pembina). Ada yang memang tidak tahu. Ada yang cuek, tidak terlalu peduli. Ada bahkan yang membiarkan budaya negatif tersebut terpelihara.

Jadi bagi orang tua yang peduli, ketika anak anda balik dari sebuah kegiatan perekrutan organisasi (yang menginap), mintalah mereka menceritakan secara jujur mengenai seluruh proses yang terjadi.

Jika semua berjalan dengan baik. Alhamdulillah.

Jika ada yang salah, tidak usah ragu untuk melaporkan pada pihak sekolah.

Kembali… Tidak semua organisasi siswa seperti ini. Kebanyakan yang terjadi, adalah karena ulah oknum senior atau alumni yang membangun budaya seperti itu, bukan kebijakan atau aturan resmi organisasi.

Sebaiknya orang tua, dan secara khusus guru yang bertanggungjawab,
hendaknya untuk mengetahui dan mengawasi dengan pasti seluk beluk kegiatan dari organisasi yang dibina.

Jangan sampai nanti ada korban, lantas baru mau memperhatikan.

Mari kita pikirkan bagaimana moral siswa-siswa ini di masa depan jika metode negatif seperti ini jadi konsumsi mereka di usia muda.

~ Muhammad Armansal ~

🍁🍁🍁

Check Also

Silaturrahim dan Ukhuwah Itu Pintu Berkah Β  Pertololongan atas masalah atau rezeki untuk memenuhi kebutuhan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *