Breaking News

Tentang UJIAN dan MUSIBAH

Tentang UJIAN dan MUSIBAH
 
Muhammad Armansal
 
 
1. Ujian itu keniscayaan, pasti akan hadir dalam kehidupan setiap orang.
 
Bentuk ujian bisa berupa nikmat, bisa berupa kesusahan. Sebagian orang kadang merasa bahwa ujian itu hanya saat mengalami kesulitan hidup. Yang Allah akan nilai adalah bagaimana seseorang menyikapinya. Seseorang dianggap lulus jika bisa menyikapi nikmat dengan rasa syukur dan menyikapi kesusahan dengan rasa sabar.
 
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ
 
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.” (QS. Al Anbiyaa’: 35)
 
 
2. Ujian itu pasti mampu kita hadapi dan bisa dilalui.
 
Ada ujian yang berat dan ada yang ringan. Tapi semua sudah Allah siapkan solusinya. Cuma banyak manusia, ketika menghadapai ujian berupa kesusahan, fokusnya mengeluh sehingga otak tidak bisa bekerja dengan baik mencari solusi.
 
لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا
 
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya…” (QS. Al Baqarah: 286)
 
 
3. Ujian berupa kesusahan/kesulitan itu tidak akan terjadi selamanya.
 
Seperti saat sekolah, ujian penilaian itu tidak berlangsung sepanjang tahun, namun ujian inti itu terjadi sesekali (ujian semester). Untuk apa? Menaikkan derajat kita ke level yang lebih tinggi. Insyaa Allah.
 
Semakin pekat malam, pertanda cahaya fajar semakin dekat. Semakin berat ujian, tanda solusi dan kelulusan semakin dekat. Insyaa Allah.
 
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
 
“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan” (QS. Al Insyarah: 5 – 6)
 
Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda,
 
إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلَاءِ وَإِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلَاهُمْ فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَا وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السَّخَطُ
 
“Sesungguhnya besarnya pahala tergantung dengan besarnya ujian. Sesungguhnya, apabila Allah mencintai suatu kaum, maka Dia akan mengujinya. Siapa yang ridha dengan ujian itu, maka ia akan mendapat keridhaan-Nya. Siapa yang membencinya maka ia akan mendapatkan kemurkaan-Nya” (HR. Tirmidzi 2396 dan Ibnu Majah 4031)
 
 
4. Ujian berupa musibah kadang terjadi karena dosa di masa lalu.
 
وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ
 
“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. Asy Syura: 30)
 
Maka ketika ujian itu datang, fokuslah mengevaluasi diri. Bukan menyibukkan diri dengan menyalahkan yang lain.
 
 
Siapkah kita menghadapi ujian/musibah yang akan hadir dalam kehidupan ini?
📱 FB : Muhammad Armansal
📱 IG : muhammad_armansal
📱 WhatsApp/Line 085299847248
📱 Web : muhammadarmansal.com
🍁🍁🍁

Check Also

Akhir Hidup Seorang Pencinta Game Online

Akhir Hidup Seorang Pencinta Game Online “Seseorang sering meninggal bersama amal (perbuatan) yang dicintainya” Perjalanan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *